Selasa, 16 Juni 2015

PERDAGANGAN BEBAS, PERSAINGAN MELUAS, BISNIS MERETAS

Jangan salahkan teknologi, jika anak-anak Anda lebih dekat dengan sebuah ponsel dan  semacamnya. Juga jangan salahkan guru, jika di sekolah Guru melarang  atau merasia HP yang canggih atau mahal. Apalagi menyalahkan ustadz di mesjid, yang katanya tidak bisa memberikan penyejukan.

Semua kebaikan telah Tuhan berikan kepada manusia, juga semua kejahatan telah Tuhan beritahu ilmu untuk menolaknya, namun manusia lalai dan lalai. Orang tua sangat berperan dalam membesarkan anak-anaknya, termasuk menanamkan budi pekerti.
Kembalikan kepada dasar kehidupan, bagaimana Tuhan mengajarkan sendi-sendi kehidupan dalam kitab suci. Tergantung bagaimana manusia membaca, menelah, dan melaksanakan perintah Tuhan itu. Ada yang menyikapi dengan kepercayaan penuh, sehingga melaksanakan ajaran Tuhan dalam prilaku sehar-harinya. Ada pula yang setengah-setengah, sehingga menurut terminologi teologi adalah munafik. Ada juga yang  mengacuhkan ajaran Tuhan, bahkan menohoknya, sehingga dalam terminologi kepercayaan disebut kafir.
Manusia mana yang mau disebut munafik, bahkan kafir? Orang munafik sekalipun tidak mau disebut munafik atau hipokrit. Demikian pula orang kafir, tidak mau disebut dirinya kafir. Meski perbuatan mereka seperti yang digambarkan tentang keingkarannya kepada Tuhan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar